- Tentang Kami
- Legalitas Organisasi
- Sejarah Singkat
- Penyebaran PSHT
- Falsafah
- Maksud dan Tujuan
- Pendidikan Ajaran PSHT
- Susunan Organisasi
Persaudaraan Setia Hati Terate

Persaudaraan Setia Hati Terate disingkat PSHT atau dikenal juga dengan SH Terate, adalah sebuah ‘perguruan’ silat yang berorientasi kepada pengajaran budi luhur dan menggunakan pencak silat sebagai pelajaran pada tingkat pertama. PSHT mengutamakan persaudaraan antar anggota (biasa disebut ‘warga’)nya. Pencak Silat dipilih sebagai pelajaran tingkat pertama karena disamping pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia, di dalam ajaran pencak silat juga terkandung unsur-unsur: (1). Persaudaraan; (2). Olahraga; (3). Bela diri; (4). Seni budaya, dan (5). Kerohanian/ke-SH-an (ajaran budi luhur).
PSHT bersifat terbuka dalam menerima anggota. Setiap warga negara dapat menjadi anggota tanpa melihat suku, ras, agama, warna kulit, gender, golongan, dan usia. Keanggotaan ini bahkan terbuka bagi bangsa lain. Hal ini sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yang tertuang dalam lambang negara “Bhineka Tunggal Ika” yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua. PSHT tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.
Dalam persilatan Indonesia, PSHT termasuk salah satu dari sepuluh perguruan silat yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada kongres pencak silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta. Sejak berdirinya hingga sekarang, PSHT tidak pernah absen dalam setiap kegiatan IPSI.
Pencak silat saat ini sudah dikenal di seluruh dunia. Oleh karena itu PSHT terus menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan agar pengembangan ajaran pencak silat dapat diselenggarakan dengan cara lebih baik tanpa harus kehilangan jati diri khas PSHT. Salah satunya adalah mengembangkan sistem-sistem organisasi yang mampu mengoptimalkan potensi warga untuk kemajuan PSHT.
Sesuai hasil Parapatan Luhur 2016, PSHT telah berhasil menyempurnakan AD-ART, menyusun kepengurusan baru, dan menetapkan rencana strategis pelaksanaan program kerja periode 2016-2021. Selain melakukan pembinaan internal organisasi, PSHT juga telah menyiapkan program kerja untuk ikut berperan membantu pemerintah melalui kerjasama dengan BNPB, BNN, dan badan/institusi pemerintah lainnya, berusaha meningkatkan kesejahteraan warga serta berkontribusi secara konkrit kepada masyarakat. Dalam bidang pendidikan PSHT turut serta menyediakan sarana dan fasilitas pendidikan yang berkualitas bagi anggota masyarakat.
Sejarah Singkat

Didirikan di Madiun pada tahun 1922 oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo (1888 – 1952), seorang pahlawan Perintis Kemerdekaan RI, PSHT semula bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) yang berbentuk organisasi. Nama ini kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati “Pemuda Sport Club” dan akhirnya diubah menjadi “Persaudaraan Setia Hati Terate” dalam kongres pertama di Madiun, 25 Maret 1951.
Perkembangan PSHT tidak terlepas dari jasa beberapa tokoh yang turut membesarkan PSHT, diantaranya Bpk. RM Soetomo Mangkudjojo; Bpk. Santoso Kartoatmodjo; Bpk. Irsyad; Mas RM. Imam Koesoepangat dan Mas KRT Tarmadji Budi Harsono, SE. Beliau-beliaulah yang meletakkan berbagai dasar dan me r i nt i s pe ngembangan PSHT yang masih digunakan dan berlaku hingga saat ini. Berkat jasa beliau semua, PSHT sejak lama sudah memiliki AD-ART, mendirikan sebuah yayasan, mengembangkan PSHT dengan membentuk banyak cabang, membangun padepokan sebagai pusat kegiatan PSHT, mendirikan koperasi yang kini akan diperluas dengan melibatkan semua anggota di seluruh cabang, dan makin dikenalnya PSHT melalui berbagai kejuaraan.
Kepengurusan yang baru di bawah pimpinan DR. Ir. M. Taufiq SH., MSc. selaku Ketua Umum untuk periode 2016 – 2021, telah menetapkan rencana strategis yang digunakan sebagai pedoman bagi seluruh pengurus di semua tingkatan. Dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya, pada periode ini organisasi PSHT mengalami perubahan struktur dan diperluas dengan menambah bidang Pengabdian Masyarakat untuk lebih mengorganisir kegiatan-kegiatan PSHT yang memberi dampak langsung dan positif terhadap
masyarakat.
Penyebaran Organisasi & Anggota

Hingga saat ini PSHT tersebar di 236 kota/kabupaten diseluruh Indonesia. Khusus tingkat perguruan tinggi dan perwakilan di luar negeri, PSHT membentuk komisariat. Terdapat 10 komisariat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dan 10 komisariat di luar negeri yang tersebar di sembilan negara yaitu Malaysia, Belanda, Russia (Moskow), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Perancis.
Total anggota PSHT saat ini berjumlah lebih dari tiga juta orang. Jumlah yang tidak sedikit ini tersebar di seluruh penjuru tanah air, dari pusat hingga ke desa merupakan dan aset organisasi yang tidak ternilai. Termasuk di dalamnya adalah generasi muda, calon pemimpin bangsa yang perlu disiapkan untuk menerima dan melanjutkan ‘tongkat estafet’ dari para pemimpin saat ini.
Mengingat besarnya jumlah dan persebaran anggota PSHT yang umumnya adalah para pemuda, PSHT sangat potensial untuk memberi manfaat yang positif terhadap masyarakat. Namun tidak mustahil aset yang demikian besar justru dapat merusak masyarakat apabila mereka tidak mendapatkan arahan yang tepat. Para anggota PSHT juga potensial membantu program pemerintah khususnya dalam memperkuat generasi muda untuk menangkal penyalah gunaan narkoba, pencegahan bencana dan terorisme. Pembekalan yang memadai mutlak diberikan kepada anggota PSHT jika diharapkan untuk berpartisipasi.
Falsafah
Selain belajar pencak silat, warga atau anggota PSHT dibekali dengan falsafah PSHT yang ditanamkan pada diri setiap warganya. Falsafah dan ajaran yang utama dari PSHT adalah manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri atau ber-SH pada diri sendiri. Tidak ada kekuatan apapun di atas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.
Ajaran tersebut telah menjadi keyakinan kuat bagi semua warga PSHT sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi anggota atau warga secara pribadi maupun persaudaraan. Sebagai salah satu seni bela diri yang berasal dari timur, PSHT bertujuan membantu anggotanya untuk mengmbangkan karakter jujur, menjaga keseimbangan fisik, mental/kecerdasan, emosi, sosial, dan spiritual.
Di abad ke 21 ini, penanaman nilai-nilai luhur PSHT merupakan tantangan tersendiri, utamanya bagi para pengurus karena pengurus harus berhadapan dengan globalisasi dan kemajuan teknologi yang tidak terbendung. Meski tidak ringan, pengurus telah bertekad untuk tetap menjaga karakteristik PSHT tanpa mengabaikan pengaruh kemajuan jaman.
Maksud dan Tujuan

Pendidikan Ajaran PSHT

Susunan Pengurus

Susunan Majelis Luhur, Majelis Ajar dan Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate periode 2021-2026 adalah sebagai berikut:
A. Majelis Luhur
| 1. Ketua | : | Ir. Eddy Asmanto |
| 2. Sekretaris | : | Dr. Ir. FX. Nugroho Sulami |
| 3. Anggota | : | Ir. Bambang Kartono, MBA, MTh |
| 4. Anggota | : | H. Adi Prayitno Spd |
| 5. Anggota | : | Subagyo TA |
| 6. Anggota | : | C.Dayad, S.Sos |
| 7. Anggota | : | KRT Tjiptardjo Mudji Nugroho |
| 8. Anggota | : | VB Hernux Sugiarto |
| 9. Anggota | : | Drs. Simun Sofyan, S.Sos |
B. Majelis Ajar
| 1. Ketua | : | Ir. R.B Wijono |
| 2.Anggota | : | Temon Suparlan Hadi Prayitno |
C. Pengurus Pusat
| 1. Ketua Umum | : | DR.Ir.H.Muhammad Taufiq,SH.M.Sc. |
| 2. Ketua Bidang Teknik | : | Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos.M.Tr.(Han) |
| 3. Ketua Bidang Kerohanian | : | Ir. Harun Sunarso, M.Sc |
| 4. Ketua Bidang Organisasi | : | DR. Arie Sujito, S.Sos., M.Si |
| 5. Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat | : | Muhammad Dwi Suntoro, SE |
| 6. Sekretaris Umum | : | Ir. Purwanto Budi Santoso |
| 7. Sekretaris I | : | Drs. Sri Harijanto |
| 8. Sekretaris II | : | Taufik Fajar Habyyanto. |
| 9. Bendahara Umum | : | Untung Triwahyudi |
| 10. Bendahara I | : | Agus Siswanto S.E. |
| 11. Bendahara II | : | Eka Ardiana |
| 12. Biro Umum | : | Armansyah Muharram, ST., MT |
| AM. Agus Subagyo, SH. | ||
| Yovi Devitra, S.Komp | ||
| Suratno | ||
| Sujono, S.Pd. | ||
| Harianto B | ||
| Fendi Sugiarto | ||
| 13. Biro Hubungan Masyarakat | : | Hendra Wahyudi Saputra |
| Lilik Supanto | ||
| Dr. Syarif Prasetyo, S.Si., M.Si. | ||
| Ir. R. Wisantoro | ||
| Drs. Yugianto | ||
| M. Indra Mahendrawan | ||
| Anugerah Sarjana | ||
| Choirul Rus Suparjo,SE | ||
| Windu Susanto | ||
| Agus Triyono | ||
| Yulius Nahak Tetik, M.Kom | ||
| Yudhi Wijayanto, S.Sos | ||
| 14. Biro Hukum | : | Drs. Hariono |
| Welly Permana, SH., MH | ||
| Rudi Hartono. SH., MH | ||
| Agung Hadiono. SH | ||
| Bambang Suprianta. SH., MH | ||
| Muhammad Samsoddin. S.HI | ||
| Hendrik Kusnianto, SH | ||
| Dwi Prasetyo Wibowo.SH | ||
| Samsul Hidayat, SH., MH | ||
| Muhammad Ali, SH., MH | ||
| 15. Departemen Teknik Pencak Silat Tradisi | : | Sugito RH |
| Nus Sunandi | ||
| Rebby | ||
| Drs. H.M Herfin Dwi Nurhadi, S.Ag | ||
| Kukuh | ||
| Sutopan Basuki | ||
| Abdul Hamid, SE. | ||
| Wishnu Sidharta | ||
| Asep Rubai | ||
| 16. Departemen Teknik Pencak Silat Prestasi | : | Sunarno, SH |
| Wahyu Sulistyono, SE | ||
| Moh. Charissudin | ||
| Maman Tursiana Arifin, ST | ||
| Yusuf Yulianto. ST | ||
| Agus Triyono, SH., M.Kn | ||
| Istio Sugiono, S.Pd. | ||
| Suriyono | ||
| 17. Departemen Teknik Pencak Silat Beladiri Praktis | : | dr. Kun Sriwibowo, S.pB., Finac |
| Suwardi MMA | ||
| Pramono | ||
| Roby Marton, SH. | ||
| Achmad Gozali | ||
| Sunarsono | ||
| 18. Departemen Pencak Silat Seni dan Budaya | : | Mudjo Setyo |
| Ageng Sambodro | ||
| Teguh Ampiranto/Kenthus | ||
| Melvin Yulianus Wamu | ||
| Johanes Iwan | ||
| 19. Departemen Pengajaran Budi Luhur | : | Drs. Andreas Tri, SCS, MM |
| Agung Handaryanto, ST. | ||
| Suparno, S.pd. | ||
| Budiyono, ST | ||
| 20. Departemen Bina Ajaran dan Kajian Setia Hati | : | Agus Marbai |
| DR. KH. Djoko Hartono. S.Ag., M.Ag., M.M. | ||
| Sigit Prasetyono. SE | ||
| Sukisno, S.Si. | ||
| 21. Departemen Pembinaan Organisasi | : | M. Agus Susilo. SH., M.Si. |
| Drs. Samsul Sidiq, M.H. | ||
| Darminto. SE | ||
| Drs. Puja Laksana, M.Hum | ||
| Hariyadi | ||
| Kolonel (Chb) Mardikan, S.H., M.M., M.Sc., M.I.P | ||
| Edi Rahyanto | ||
| Zakaria | ||
| Eko Saputro, S.Pd., M.Si. | ||
| Singgih Sutanto. S.Pd. | ||
| 22. Departemen Hubungan Kelembagaan | : | Fahmi Wardi |
| Ali Arifin | ||
| Gambianto. SE. | ||
| Ir. E.S. Budi Rahardjo | ||
| Abdullah Sholikhudin, S.Sos., M.A.P | ||
| Sumarwan, S,Sos., M.Si. | ||
| Oetoek Adna Widjaya | ||
| 23. Departemen Pemberdayaan Anggota | : | Drs. Maulana Cholid |
| Moch Noor Sudrajat, S.Si | ||
| Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd | ||
| Kuswadi | ||
| Iwan Sutanto | ||
| Edi Santoso, SE | ||
| 24. Departemen Pengembangan Kerjasama | : | KH Ahmad Sugeng Utomo |
| Ir Agus Dwi Pitoyo Hadi, M.Eng | ||
| DR.Rumaji, S.Sos., M.Sc | ||
| Ir. Hermawan Sutanto | ||
| Imam Murjoko | ||
| Suryo Susanto | ||
| 25. Departemen Pemberdayaan Perempuan | : | DR. Eni Sri Rahayuningsih. SE,. ME |
| Salviah Eko Wahyuni, ST | ||
| Rusminah | ||
| Lestari Rahajeng, SE | ||
| Elya Eka Listiawati, ST | ||
| Sri Sejati | ||
| 26. Departemen Pendidikan dan Latihan (Diklat) | : | Edy Suhartono |
| DR. Awan Hariono, M.Or | ||
| Abdullah Muttaqin Prasetyono | ||
| Endang Sawitri | ||
| Ribut Giyono, Spd., MM | ||
| DR. Mokhtar Sayyid. SE.M.Si.MM | ||
| Febriani Fajar Ekawati, S,Pd., M.Or. Ph.D | ||
| Drs. Nyoto Edy Santoso, M.Pd | ||
| Ir. Boy Sukresno | ||
| Anggit Andrianto | ||
| 27. Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) | : | Ir. Nurhadi Abas |
| Sugiyono, S.Si., PhD | ||
| DR. Anung Pranowo, SE., MM | ||
| Aji Antoko | ||
| Joko Subroto, SE., MM. | ||
| Totok Winarto | ||
| Sunar Dwigjowahono | ||
| Ahmad Naim |